Gunung Merapi (2.968 m.dpl) terletak
di 2 provinsi, di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Gunung merapi terletak
berdampingan dengan Gunung Merbabu. Gunung merapi adalah salah satu gunung api
yang mempunyai daya rusak yang tinggi dan paling aktif diantara sekian banyak
gunung api yang terletak di Indonesia serta merupakan salah satu gunung
terganas di dunia. Nama puncaknya adalah puncak Garuda, tapi puncak garuda itu
telah hilang karena letusan merapi pada tahun (2010) yang merupakan bongkahan
batu besar dengan bentuk mirip burung garuda. Salah satu ciri khas dari Gunung
Merapi adalah pada saat terjadi letusan menghasilkan awan panas (glowing
avalanches), yang oleh penduduk setempat disebut Wedus Gembel (sejenis bulu
kambing Jawa), awan panas ini mempunyai suhu sekitar 1.000 C yang turun
berbentuk bulatan keriting mirip kambing. Gunung Merapi ini hampir tidak pernah
sepi dari pendaki, bahkan pada hari minggu banyak sekali pendaki yang datang.
Untuk mencapai puncak Gunung Merapi kita bisa melewati dua jalur utama, lewat
Kinaharjo/Kaliurang dan lewat Selo/Boyolali. Dan kita bersama teman-teman untuk
lewat jalur yang dari Selo / Boyolali.
Kita
sampai disana sekitar pukul 18:00 WIB, kemudian kita menjalankan shalat maghrib
terlebih dahulu. Setelah itu kita baru mencari makananan, kebetulan kita berada
di tempat yang terdapat tulisan besar yang bertuliskan NEW SELO. Sekilas tampak
seperti lambang Hollywood di Amerika sana. saya sempat tersenyum saat melihat
baliho tersebut, kreatifitas yang tinggi dari pembuatnya. Disini juga terdapat
tempat parkir yang dapat menampung hingga 6 buah mobil, dan beberapa buah
warung yang menjual makanan dan minuman ringan. Dari Joglo, anda bisa
melanjutkan perjalanan jalan setapak kecil yang berada disamping tempat ini
menuju pos Tugu I. jalur yang akan anda lewati masih didominasi ladang penduduk
dengan medan batuan kecil dan tanah yang pada musim kemarau akan sangat
berdebu. Jika anda melakukan pendakian pada musim kemarau, sebaiknya anda
menggunakan masker dan baju berlengan panjang. Banyak terdapat percabangan
jalur di sepanjang trek pendakian, tapi berujung pada jalur yang sama. terserah
anda memilih mana jalur yang kira2 nyaman untuk dilewati. Di Pos Tugu I ini
terdapat sebuah tugu yang letaknya berada di sebuah punggungan, tingginya
sekitar 1,5 meter.
Akhirnya pukul 19:00 WIB kita melanjutkan perjalanan menuju ke Pos I / Tugu I, jalannya lumayan terjal dan butuh tenaga ekstra serta harus berhati - hati. Sambil menikmati suasana malam di pegunungan yang indah kita tetap terus berjalan. Perjalanan disini begitu luar biasa karena jalan yang kita tempuh kebanyakan jalan yang terjal untuk menuju ke Pos I.
Pukul 22:00 WIB kita sampailah ke Pos I dan kita beristirahat sejenak. Kemudian melanjutkan perjalanan untuk menuju ke Pos II. Sekitar pukul 24:00 kita sampai di Pos tersebut tepatnya di bawah Pasar Brubah akhirnya kita memutuskan untuk mendirikan base camp sendiri di tempat tersebut.
Persiapan pemasangan tenda
 |
| Mz Der Mansa sedang kasih intruksi..., |
 |
| Team yg solit berhasil memasang tenda |
|
|
|
Asyiknya suasana di dalam tenda
 |
| Mz bro yg satu ni lagi sibuk sendiri2 dengan camdignya heehee |
 |
| ni dia sego ndog mantap mz bro..,, |
 |
| lares2 tisu basahnya tinggal satu nih siapa lagi yg mau..,, |
 |
| Srupuutt....nikmatnya mie ini bener2 mak nyusss tenan.., |
 |
| Lagi nunggu antrian bikin mie n kopi |
|
|
|
|
|
|
Paginya kita melanjutkan untuk menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari tempat base camp tersebut. Dan disinilah kita bisa melihat pemandangan alam, serta sunrise yang sangat indah dan menakjubkan.
 |
| Sunrise G. Merapi |
 |
| Sruput kopinya dan par por rokoknya |
 |
| Alam ini begitu indah seindah senyumanmu sahabat |
 |
| Segeeerrr Mz bro..., |
Setelah menikmati sunrise dengan menikmati kopi yang hangat serta ngobrol-ngobrol sejenak, kemudian kita langsung melanjutkan langkah untuk menuju Puncak Merapi.
Disinlah kita benar-benar mendaki hehehe maksudnya mulai dari sini kita mulai melangkah dengan jalan setapak serta ada jalan yang harus merangkak jadi semua barang yang berat lebih baik ditinggal di tenda. Semua demi keamanan, serta menjaga keseimbangan tubuh ketika menuju Puncak Merapi. Dan disarankan juga membawa air mineral secukupnya dan yang pasti kamera jangan sampai ketinggalan untuk mengabadikan foto-foto kita selama perjalanan dan sampai di Puncak.
Inilah perjalanan kita merangkak sebelum sampai Puncak Merapi
Terasa lega dan puas ketika kita telah sampai di Puncak Merapi
 |
| Disini ternyata tidak hanya WNI tetapi WNA juga ada lho..,, |
 |
| Puncak Garuda yg sekarang sudah tumbang |
 |
| Perjalanan sebelum pulang |
Foto Personal
 |
| Khoirul Anam |
 |
| Khoirul Ustadi |
 |
| Pebri Wiyono. |
 |
| Der Mansa / Safak |
 |
| Agus Andri |
 |
| Fajar Abadi |
 |
| Nur Khabib |
Video Perjalanan dari Pos II sampai ke Puncak
Inilah kisah perjalanan kita ke Puncak Gunung Merapi, sampai jumpa di ekspedisi kita selanjutnya. Semoga bisa menjadi manfaat bagi teman-teman para pembaca untuk dijadikan referensi terutama bagi pecinta alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar